21 Nov 2025 Teknologi

150 Istilah IT Wajib Diketahui Jurusan Sistem Informasi

Gambar 150 Istilah IT Wajib Diketahui Jurusan Sistem Informasi

Dunia IT itu kayak lautan yang luas banget, apalagi buat kita yang jurusan Sistem Informasi. Banyak banget istilah-istilah teknis yang sering bikin pusing kepala, tapi wajib banget buat dipahami. Di artikel ini, kita bakal bahas tuntas 150 istilah IT yang wajib diketahui oleh mahasiswa Sistem Informasi, dari yang paling dasar sampe yang paling kekinian. Jadi, siap-siap catet dan simak baik-baik ya!

Pengenalan Istilah-istilah IT Dasar

Sebelum kita masuk ke istilah-istilah yang lebih kompleks, kita harus paham dulu dasar-dasarnya. Istilah-istilah dasar ini kayak fondasi rumah, kalo fondasinya kuat, di atasnya bisa dibangun apa aja. Nah, di bagian ini, kita bakal bahas istilah-istilah fundamental yang sering muncul di dunia IT, khususnya buat jurusan Sistem Informasi (O'Brien & Marakas, 2018).

1. Sistem Informasi

Sistem Informasi itu kumpulan komponen yang saling terintegrasi buat mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi buat mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, kontrol, analisis, dan visualisasi dalam sebuah organisasi. Bayangin aja, Sistem Informasi itu kayak otaknya organisasi digital yang ngumpulin data dari berbagai sumber, terus ngolahnya jadi informasi yang berguna (Laudon & Laudon, 2020).

Contoh penerapannya: sistem akademik di kampus yang ngatur data mahasiswa, nilai, jadwal kuliah, sampe lulusan. Tanpa sistem informasi, bisa kebayang gimana berantakannya administrasi kampus?

2. Data

Data itu fakta mentah yang belum diolah, biasanya berupa angka, huruf, simbol, atau gambar. Data sendiri belum punya makna yang jelas, perlu diolah dulu jadi informasi yang berguna. Di era digital sekarang, data itu kayak emas, makin banyak dan makin berharga (Turban et al., 2018).

Contoh data: "12345", "John Doe", "90". Ini masih data mentah karena belum jelas artinya. Tapi kalau diolah jadi "NIM: 12345, Nama: John Doe, Nilai: 90", baru deh jadi informasi yang bermakna.

3. Informasi

Informasi itu data yang sudah diolah dan diorganisir sehingga punya makna dan berguna buat pengambilan keputusan. Kalau data itu bahan mentah, informasi itu hasil masakannya yang siap disajikan dan dinikmati (Stair & Reynolds, 2018).

Contoh informasi: "Laporan penjualan bulan Januari 2023 menunjukkan peningkatan sebesar 15% dibandingkan bulan sebelumnya". Ini informasi yang bisa dipake buat ambil keputusan bisnis.

4. Basis Data (Database)

Basis data itu kumpulan data yang terorganisir secara sistematis dan tersimpan di komputer sehingga bisa diakses dan dikelola dengan mudah. Bayangin aja, basis data itu kayak lemari arsip digital yang rapi dan terstruktur (Connolly & Begg, 2015).

Contoh basis data: database perpustakaan yang nyimpen data buku, anggota, peminjaman, dan pengembalian. Semua data tersimpan dengan rapi dan bisa diakses dengan cepat.

5. DBMS

DBMS (Database Management System) itu software yang dipake buat ngelola basis data. Fungsinya buat nyimpen, mengambil, mengupdate, dan ngatur data dalam basis data. DBMS itu kayak manajer basis data yang ngatur segala urusan data (Elmasri & Navathe, 2017).

Contoh DBMS: MySQL, PostgreSQL, Oracle, Microsoft SQL Server. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tergantung kebutuhan.

6. SQL

SQL (Structured Query Language) itu bahasa pemrograman khusus yang dipake buat ngelola dan memanipulasi data dalam basis data relasional. SQL itu kayak bahasa komunikasi antara manusia dan basis data (Beaulieu, 2009).

Contoh perintah SQL sederhana: `SELECT * FROM mahasiswa WHERE nilai > 80;` buat nampilin data mahasiswa yang nilainya di atas 80.

7. ERD

ERD (Entity Relationship Diagram) itu model konseptual yang menunjukkan hubungan antara entitas-entitas dalam suatu sistem. ERD itu kayak denah arsitektur basis data yang nunjukin gimana hubungan antar tabel (Chen, 1976).

Contoh: ERD sistem akademik yang nunjukin hubungan antara entitas mahasiswa, mata kuliah, dosen, dan nilai.

8. Flowchart

Flowchart itu diagram yang nunjukin alur proses atau algoritma dengan simbol-simbol standar. Flowchart itu kayak peta jalan yang nunjukin langkah-langkah proses dari awal sampe akhir (Sternberg, 2019).

Contoh: flowchart proses pendaftaran mahasiswa baru yang mulai dari pengisian formulir sampe dengan pembayaran.

9. DFD (Data Flow Diagram)

DFD itu diagram yang nunjukin arus data dalam suatu sistem. Beda sama flowchart yang fokus pada proses, DFD fokus pada gimana data mengalir dari satu proses ke proses lainnya (DeMarco, 1979).

Contoh: DFD sistem penjualan yang nunjukin arus data dari pelanggan, proses pemesanan, inventori, sampe ke pengiriman.

10. UML

UML (Unified Modeling Language) itu bahasa pemodelan standar buat mendokumentasikan dan merancang sistem perangkat lunak. UML itu kayak bahasa universal buat para developer dan analis sistem (Booch et al., 2005).

Contoh: UML diagram buat sistem e-commerce yang mencakup use case diagram, class diagram, sequence diagram, dan activity diagram.

11. Use Case

Use Case itu deskripsi tentang bagaimana sistem berinteraksi dengan pengguna atau sistem lain untuk mencapai tujuan tertentu. Use Case itu kayak skenario interaksi antara pengguna dan sistem (Jacobson et al., 1992).

Contoh: use case "Login" yang nunjukin langkah-langkah pengguna saat masuk ke sistem.

12. Algoritma

Algoritma itu serangkaian langkah-langkah terstruktur buat menyelesaikan masalah tertentu. Algoritma itu kayak resep masak yang nunjukin langkah-langkah detail buat menghasilkan hasil yang diinginkan (Cormen et al., 2009).

Contoh: algoritma pengurutan data (sorting) kayak bubble sort atau quick sort.

13. Pemrograman

Pemrograman itu proses menulis, menguji, dan memelihara kode sumber program komputer. Pemrograman itu seni dan ilmu dalam memberi instruksi ke komputer buat melakukan tugas tertentu (Sebesta, 2016).

Contoh: menulis program Python buat menghitung rata-rata nilai mahasiswa.

14. Frontend

Frontend itu bagian dari aplikasi yang berinteraksi langsung dengan pengguna. Frontend itu kayak wajah atau interface yang dilihat dan digunakan oleh user (Duckett, 2014).

Contoh: tampilan website, aplikasi mobile, atau desktop application yang digunakan pengguna.

15. Backend

Backend itu bagian dari aplikasi yang berjalan di server dan mengelola logika bisnis, database, dan integrasi sistem. Backend itu kayak otak dan mesin yang bekerja di balik layar (Richardson & Ruby, 2007).

Contoh: server-side code yang mengelola autentikasi user, pemrosesan data, dan komunikasi dengan database.

16. API

API (Application Programming Interface) itu sekumpulan protokol dan tools yang memungkinkan aplikasi yang berbeda berkomunikasi satu sama lain. API itu kayak jembatan yang menghubungkan berbagai aplikasi (Richardson, 2018).

Contoh: API Google Maps yang dipake oleh aplikasi lain buat menampilkan peta dan lokasi.

17. HTTP

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) itu protokol yang dipake buat mengirim dan menerima data di World Wide Web. HTTP itu bahasa komunikasi antara browser dan web server (Fielding et al., 1999).

Contoh: saat kamu buka website di browser, sebenarnya lagi terjadi komunikasi HTTP antara browser kamu dan web server.

18. HTTPS

HTTPS (HTTP Secure) itu versi aman dari HTTP yang menggunakan enkripsi SSL/TLS. HTTPS itu kayak HTTP yang pakai helm dan rompi anti peluru, lebih aman buat komunikasi data (Rescorla, 2000).

Contoh: website banking atau e-commerce yang selalu pakai HTTPS buat melindungi data sensitif pengguna.

19. Server

Server itu komputer atau program yang menyediakan layanan atau sumber daya bagi komputer lain (client) dalam jaringan. Server itu kayak restoran yang melayani pesanan dari pelanggan (Hall, 2015).

Contoh: web server yang menyajikan halaman website, database server yang menyimpan data, atau file server yang menyimpan dokumen.

20. Client

Client itu komputer atau program yang meminta layanan atau sumber daya dari server. Client itu kayak pelanggan yang memesan makanan di restoran (Comer, 2013).

Contoh: browser yang meminta halaman web dari web server, atau email client yang mengambil email dari mail server.

Istilah-istilah IT Modern dan Emerging

Setelah ngerti dasar-dasarnya, sekarang kita bahas istilah-istilah IT yang lebih modern dan lagi tren. Teknologi itu berkembang cepat banget, apa yang baru hari ini bisa jadi usang besok. Jadi, penting banget buat kita update dengan istilah-istilah kekinian ini biar nggak ketinggalan zaman (Gartner, 2023).

21. Cloud Computing

Cloud Computing itu penyediaan layanan komputasi (server, storage, database, jaringan, software, analitik) melalui internet. Cloud Computing itu kayak menyewa apartemen daripada membeli rumah, lebih fleksibel dan nggak perlu maintenance (Mell & Grance, 2011).

Contoh: Google Drive, Dropbox, atau AWS yang menyediakan storage dan layanan komputasi melalui internet.

22. Big Data

Big Data itu kumpulan data yang sangat besar dan kompleks sehingga sulit diolah dengan teknik database tradisional. Big Data itu kayak lautan data yang luas banget, butuh kapal dan alat khusus buat menjelajahinya (McAfee & Brynjolfsson, 2012).

Contoh: data media sosial, data transaksi e-commerce, atau data sensor IoT yang menghasilkan terabyte data setiap hari.

23. Data Mining

Data Mining itu proses menemukan pola dan pengetahuan yang berguna dari large amounts of data. Data Mining itu kayak menambang emas, nyari permata yang berharga di tengah tumpukan batu (Han et al., 2011).

Contoh: menganalisis data pembelian pelanggan buat nemu pola shopping behavior dan rekomendasi produk.

24. Business Intelligence

Business Intelligence (BI) itu teknologi, aplikasi, dan praktik buat mengumpulkan, mengintegrasikan, menganalisis, dan menyajikan informasi bisnis. BI itu kayak radar bisnis yang bantu perusahaan lihat tren dan ambil keputusan (Larson & Chang, 2016).

Contoh: dashboard penjualan yang nunjukkin performa penjualan real-time dengan grafik dan chart interaktif.

25. Internet of Things (IoT)

IoT itu konsep di mana objek sehari-hari (seperti perangkat elektronik, kendaraan, bangunan) dilengkapi sensor, software, dan koneksi internet sehingga bisa mengumpulkan dan bertukar data. IoT itu kayak memberi nyawa pada benda mati biar bisa komunikasi (Atzori et al., 2010).

Contoh: smart home yang bisa dikontrol dari smartphone, atau smart city dengan traffic light yang adaptif.

26. Artificial Intelligence (AI)

AI itu kemampuan komputer atau mesin buat meniru kecerdasan manusia seperti belajar, bernalar, dan memecahkan masalah. AI itu kayak menciptakan otak buatan yang bisa mikir seperti manusia (Russell & Norvig, 2021).

Contoh: chatbot yang bisa menjawab pertanyaan pelanggan, atau sistem rekomendasi film seperti Netflix.

27. Machine Learning

Machine Learning itu subset dari AI yang fokus pada pengembangan sistem yang bisa belajar dari data tanpa diprogram secara eksplisit. Machine Learning itu kayak mengajari komputer belajar sendiri dari pengalaman (Mitchell, 1997).

Contoh: email spam filter yang makin lama makin pintar mengenali email spam berdasarkan pola.

28. Deep Learning

Deep Learning itu subset dari machine learning yang menggunakan neural networks dengan banyak layers (deep neural networks). Deep Learning itu kayak machine learning versi advanced yang bisa ngerti pola yang lebih kompleks (Goodfellow et al., 2016).

Contoh: pengenalan wajah di smartphone, atau sistem pengenalan suara seperti Siri atau Google Assistant.

29. Neural Network

Neural Network itu sistem komputasi yang terinspirasi oleh struktur otak manusia. Neural Network itu kayak jaringan saraf buatan yang terdiri dari neuron-neuron yang saling terhubung (Haykin, 2009).

Contoh: sistem pengenalan tulisan tangan, atau prediksi cuaca berdasarkan data historis.

30. Data Warehouse

Data Warehouse itu sistem penyimpanan data yang terpusat dan terintegrasi buat keperluan analisis dan pelaporan. Data Warehouse itu kayak gudang data yang rapi dan terorganisir (Inmon, 2005).

Contoh: data warehouse perusahaan yang menyimpan data penjualan, marketing, dan operasional dari berbagai sumber.

Istilah-istilah Pengembangan Sistem

Di dunia Sistem Informasi, kita nggak cuma perlu ngerti teori, tapi juga praktik pengembangan sistem. Nah, di bagian ini, kita bakal bahas istilah-istilah yang sering muncul dalam proses pengembangan sistem, dari perencanaan sampe implementasi (Sommerville, 2016).

31. ETL

ETL (Extract, Transform, Load) itu proses mengambil data dari sumber, mengubahnya sesuai kebutuhan, lalu memuatnya ke sistem tujuan. ETL itu kayak proses memasak: ngambil bahan (extract), ngolah bahan (transform), dan menyajikan di piring (load) (Kimball & Caserta, 2004).

Contoh: mengambil data dari sistem penjualan, mengubah formatnya, lalu memasukkannya ke data warehouse.

32. Normalisasi

Normalisasi itu proses mengorganisir data dalam basis data buat mengurangi redundansi dan meningkatkan integritas data. Normalisasi itu kayak merapikan kamar, nggak ada barang yang double dan semua tersusun rapi (Date, 2003).

Contoh: memecah tabel besar yang berulang menjadi beberapa tabel kecil yang saling terhubung.

33. Denormalisasi

Denormalisasi itu kebalikan dari normalisasi, yaitu sengaja menambah redundansi buat meningkatkan performa query. Denormalisasi itu kayak sengaja nyiapin beberapa barang di beberapa tempat biar lebih gampang diambil (Silberschatz et al., 2010).

Contoh: menambahkan kolom nama customer di tabel order biar nggak perlu join terus-menerus.

34. Aplikasi

Aplikasi itu program komputer yang dirancang buat melakukan tugas tertentu atau memecahkan masalah tertentu. Aplikasi itu kayak alat yang dibuat khusus buat keperluan tertentu (Pressman & Maxim, 2020).

Contoh: aplikasi kasir, aplikasi inventory, atau aplikasi penggajian.

35. Sistem Operasi

Sistem Operasi itu software yang mengelola hardware dan software komputer, serta menyediakan layanan buat program komputer. Sistem Operasi itu kayak manajer gedung yang ngatur segala sesuatu di dalamnya (Tanenbaum & Bos, 2015).

Contoh: Windows, macOS, Linux, atau Android.

36. Software Development Life Cycle (SDLC)

SDLC itu proses terstruktur yang mengikuti tahapan-tahapan tertentu dalam pengembangan software. SDLC itu kayak resep masak yang nunjukin langkah-langkah detail dari awal sampe akhir (Pressman, 2015).

Contoh: tahapan SDLC meliputi planning, analysis, design, implementation, testing, deployment, dan maintenance.

37. Agile

Agile itu pendekatan pengembangan software yang iteratif dan incrementaldengan fokus pada kolaborasi, respon terhadap perubahan, dan pengiriman nilai cepat. Agile itu kayak bermain LEGO, dibangun sedikit demi sedikit dan bisa diubah-ubah (Fowler & Highsmith, 2001).

Contoh: Scrum atau Kanban yang sering dipake dalam tim pengembangan software.

38. Scrum

Scrum itu framework Agile yang menggunakan sprint (siklus kerja singkat) buat mengembangkan software. Scrum itu kayak pertandingan rugby yang dimainkan dalam sprint-sprint singkat (Schwaber & Sutherland, 2020).

Contoh: tim development yang bekerja dalam sprint 2 minggu buat menghasilkan fitur-fitur tertentu.

39. Waterfall

Waterfall itu model pengembangan software yang linear dan sekuensial, setiap fase harus selesai sebelum fase berikutnya dimulai. Waterfall itu kayak air terjun yang mengalir dari atas ke bawah tanpa bisa balik (Royce, 1970).

Contoh: proyek dengan requirement yang jelas dan nggak berubah-ubah, cocok pake Waterfall.

40. Requirement Analysis

Requirement Analysis itu proses mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengelola kebutuhan stakeholder. Requirement Analysis itu kayak wawancara mendalam buat ngerti apa yang sebenarnya diinginkan klien (Sommerville, 2016).

Contoh: mewawancarai user buat ngerti fitur apa aja yang dibutuhkan dalam sistem baru.

41. UI (User Interface)

UI itu tampilan visual dan interaktif yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem. UI itu kayak wajah dan riasan aplikasi yang bikin pengguna nyaman (Norman, 2013).

Contoh: tampilan website, tombol, menu, dan elemen visual lainnya yang berinteraksi dengan user.

42. UX (User Experience)

UX itu pengalaman keseluruhan pengguna saat menggunakan produk atau sistem. UX itu kayak perasaan dan kesan yang dirasakan pengguna saat menggunakan aplikasi (Garrett, 2010).

Contoh: seberapa mudah pengguna menemukan informasi di website atau seberapa nyaman menggunakan aplikasi mobile.

43. Wireframe

Wireframe itu sketsa atau layout dasar dari sebuah interface yang fokus pada struktur dan fungsi. Wireframe itu kayak denah rumah yang nunjukin letak ruangan tanpa detail furnitur (Brown, 2010).

Contoh: sketsa halaman website yang nunjukin letak header, menu, konten, dan footer.

44. Prototype

Prototype itu model awal atau contoh dari produk yang digunakan buat testing dan evaluasi. Prototype itu kayak sample produk yang dibuat sebelum produksi massal (Rudd et al., 1996).

Contoh: prototype aplikasi mobile yang bisa dicoba oleh user sebelum dikembangkan sepenuhnya.

45. Testing

Testing itu proses mengevaluasi dan memverifikasi bahwa sistem atau aplikasi berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Testing itu kayak quality control sebelum produk diluncurkan (Patton, 2005).

Contoh: unit testing, integration testing, system testing, atau user acceptance testing.

46. Deployment

Deployment itu proses menginstall dan mengkonfigurasi sistem di lingkungan produksi. Deployment itu kayak proses pindahan rumah, dari lingkungan development ke lingkungan yang sesungguhnya (Tilley, 2018).

Contoh: mengupload website ke server atau menginstall aplikasi di komputer user.

47. Maintenance

Maintenance itu proses memodifikasi software setelah di-deploy buat memperbaiki error, meningkatkan performa, atau menambah fitur baru. Maintenance itu kayak service rutin kendaraan biar tetap prima (Pigoski, 1997).

Contoh: memperbaiki bug yang ditemukan user atau menambah fitur baru berdasarkan permintaan.

Istilah-istilah Keamanan dan Jaringan

Di era digital sekarang, keamanan dan jaringan itu jadi hal yang sangat penting. Data adalah aset berharga, dan kita harus melindunginya dengan baik. Nah, di bagian ini, kita bakal bahas istilah-istilah seputar keamanan dan jaringan yang wajib diketahui (Stallings, 2017).

48. Encryption

Encryption itu proses mengubah data menjadi bentuk yang tidak bisa dibaca (ciphertext) buat melindungi kerahasiaan. Encryption itu kayak menulis surat rahasia dengan kode khusus yang cuma bisa dibaca oleh orang yang punya kunci (Paar & Pelzl, 2010).

Contoh: mengenkripsi password sebelum disimpan di database atau mengenkripsi data saat dikirim melalui internet.

49. Decryption

Decryption itu proses mengubah ciphertext kembali ke bentuk aslinya (plaintext) menggunakan kunci yang tepat. Decryption itu kayak menerjemahkan surat rahasa tadi jadi teks yang bisa dibaca (Ferguson et al., 2010).

Contoh: membuka file yang dienkripsi atau mendekripsi data yang diterima melalui jaringan.

50. Cyber Security

Cyber Security itu praktik melindungi sistem, jaringan, dan data dari serangan digital. Cyber Security itu kayak sistem keamanan gedung yang canggih buat melindungi dari pencuri (Anderson, 2020).

Contoh: firewall, antivirus, intrusion detection system, atau security policies.

51. Firewall

Firewall itu sistem keamanan jaringan yang memonitor dan mengontrol lalu lintas jaringan berdasarkan aturan keamanan. Firewall itu kayak penjaga pintu yang ngecek identitas sebelum ngasih izin masuk (Cheswick & Bellovin, 1994).

Contoh: firewall di kantor yang blokir akses ke website tertentu atau firewall di komputer pribadi.

52. VPN

VPN (Virtual Private Network) itu teknologi yang membuat koneksi aman melalui jaringan publik seperti internet. VPN itu kayak terowongan rahasia yang menghubungkan dua titik secara aman (Clarke, 2002).

Contoh: karyawan yang bekerja remote menggunakan VPN buat akses jaringan kantor secara aman.

53. Malware

Malware itu software berbahaya yang dirancang buat merusak atau mengakses sistem tanpa izin. Malware itu kayak virus atau bakteri yang menyerang komputer (Skoudis & Zeltser, 2014).

Contoh: virus, worm, trojan, ransomware, atau spyware.

54. Phishing

Phishing itu upaya mencuri informasi sensitif dengan menyamar sebagai entitas terpercaya. Phishing itu kayak penipuan yang pura-pura jadi orang lain buat ngeluarin informasi rahasia (James, 2005).

Contoh: email palsu yang mengaku dari bank dan meminta password atau nomor rekening.

55. Backup

Backup itu proses membuat salinan data sebagai cadangan jika terjadi kerusakan atau kehilangan. Backup itu kayak asuransi, penting banget tapi sering dilupain sampe terjadi masalah (Preston, 2009).

Contoh: backup data harian ke hard disk eksternal atau cloud storage.

56. Restore

Restore itu proses mengembalikan data dari backup ke sistem aslinya. Restore itu kayak mengembalikan barang yang disimpan di gudang ke tempat semula (White, 2016).

Contoh: mengembalikan database yang rusak dari backup yang tersimpan.

57. Version Control

Version Control itu sistem yang mencatat perubahan pada file atau kumpulan file seiring waktu. Version Control itu kayak mesin waktu buat kode yang memungkinkan kita lihat dan kembali ke versi sebelumnya (Spinellis, 2005).

Contoh: Git, Subversion, atau Mercurial yang sering dipake developer buat ngelola source code.

58. Git

Git itu sistem version control terdistribusi yang paling populer saat ini. Git itu kayak asisten pribadi buat developer yang bantu ngelola versi kode (Chacon & Straub, 2014).

Contoh: developer menggunakan Git buat kolaborasi dalam tim dan melacak perubahan kode.

59. Repository

Repository itu tempat penyimpanan data atau kode yang dikelola oleh version control system. Repository itu kayak brankas tempat menyimpan semua versi kode (Loeliger & McCullough, 2012).

Contoh: GitHub, GitLab, atau Bitbucket yang menyimpan repository Git.

60. Branch

Branch itu salinan independen dari kode yang memungkinkan developer bekerja pada fitur baru tanpa mengganggu kode utama. Branch itu kayak jalan alternatif yang bercabang dari jalan utama (Straub & Chacon, 2014).

Contoh: membuat branch "feature-login" buat ngembangin fitur login tanpa ngaruh kode yang sudah stabil.

61. Merge

Merge itu proses menggabungkan perubahan dari satu branch ke branch lain. Merge itu kayak menyatukan kembali jalan alternatif ke jalan utama setelah pekerjaan selesai (Preston-Werner, 2018).

Contoh: menggabungkan branch "feature-login" ke branch "main" setelah fitur login selesai dan diuji.

62. API Key

API Key itu identifier unik yang digunakan buat autentikasi dan otorisasi saat menggunakan API. API Key itu kayak kunci rumah yang dipake buat buka pintu API (Richardson, 2018).

Contoh: menggunakan API key Google Maps buat akses layanan peta di aplikasi kita.

63. JSON

JSON (JavaScript Object Notation) itu format pertukaran data yang ringan dan mudah dibaca manusia. JSON itu kayak bahasa universal buat komunikasi data antar aplikasi (Crockford, 2006).

Contoh: data yang dikirim dari server ke browser biasanya dalam format JSON.

64. XML

XML (eXtensible Markup Language) itu markup language yang dirancang buat menyimpan dan mengangkut data. XML itu kayak kakak dari HTML yang lebih fokus pada data daripada tampilan (Harold & Means, 2004).

Contoh: konfigurasi aplikasi, file office, atau data yang dipertukarkan antar sistem.

65. Web Service

Web Service itu sistem yang memungkinkan komunikasi antar aplikasi melalui internet menggunakan protokol standar. Web Service itu kayak pos antar aplikasi yang bisa kirim dan terima paket (Erl, 2005).

Contoh: REST API atau SOAP API yang menghubungkan frontend dengan backend.

66. Microservices

Microservices itu arsitektur yang membagi aplikasi menjadi layanan-layanan kecil yang independen. Microservices itu kayak apartemen studio, masing-masing punya fungsi sendiri tapi bisa bekerja sama (Newman, 2015).

Contoh: aplikasi e-commerce yang terbagi menjadi service user, service product, service order, dan service payment.

67. Monolithic Architecture

Monolithic Architecture itu arsitektur di mana semua komponen aplikasi digabung menjadi satu kesatuan. Monolithic itu kayak rumah besar di mana semua ruangan terhubung langsung (Richards, 2015).

Contoh: aplikasi lama yang semua fiturnya dibangun dalam satu codebase besar.

68. Virtualization

Virtualization itu teknologi yang memungkinkan membuat versi virtual dari sumber daya seperti server, storage, atau jaringan. Virtualization itu kayak ilusi yang bikin satu komputer terasa seperti banyak komputer (Smith & Nair, 2005).

Contoh: VirtualBox atau VMware yang bikin virtual machine di dalam satu komputer fisik.

69. Container

Container itu paket perangkat lunak yang berisi semua yang dibutuhkan buat menjalankan aplikasi. Container itu kayak kotak portabel yang isinya komplet dan bisa dibawa kemana-mana (Turnbull, 2014).

Contoh: Docker yang dipake buat mengemas aplikasi beserta dependensinya.

70. Docker

Docker itu platform paling populer buat mengembangkan, mengirim, dan menjalankan aplikasi dalam container. Docker itu kayak kapal pengangkut container yang bawa aplikasi dari development ke production (Boettiger, 2015).

Contoh: developer menggunakan Docker buat memastikan aplikasi jalan dengan baik di semua environment.

71. Kubernetes

Kubernetes itu sistem orkestrasi container yang otomatisasi deployment, scaling, dan manajemen aplikasi container. Kubernetes itu kayak kondektur yang ngatur banyak container sekaligus (Burns et al., 2019).

Contoh: menggunakan Kubernetes buat mengelola ratusan container di lingkungan production.

72. SaaS

SaaS (Software as a Service) itu model distribusi software di mana aplikasi disediakan oleh vendor dan diakses oleh pelanggan melalui internet. SaaS itu kayak menyewa software daripada membeli (Ristenpart et al., 2011).

Contoh: Google Workspace, Microsoft 365, atau Salesforce yang diakses melalui browser.

73. PaaS

PaaS (Platform as a Service) itu platform yang menyediakan lingkungan buat mengembangkan, menguji, dan mengelola aplikasi tanpa harus ngurus infrastruktur. PaaS itu kayak dapur lengkap yang tinggal dipake buat masak (Cusumano, 2010).

Contoh: Heroku, AWS Elastic Beanstalk, atau Google App Engine.

74. IaaS

IaaS (Infrastructure as a Service) itu layanan yang menyediakan sumber daya komputasi dasar seperti server, storage, dan jaringan. IaaS itu kayak menyewa tanah dan bangunan kosong yang bisa kita bangun sesuai keinginan (Weinman, 2012).

Contoh: Amazon EC2, Microsoft Azure VM, atau Google Compute Engine.

75. Enterprise Resource Planning (ERP)

ERP itu sistem terintegrasi yang mengelola proses bisnis utama perusahaan. ERP itu kayak otaknya perusahaan yang ngatur semua operasional (Monk & Wagner, 2012).

Contoh: SAP, Oracle ERP, atau Microsoft Dynamics yang ngelola keuangan, SDM, inventori, dan produksi.

76. Customer Relationship Management (CRM)

CRM itu sistem buat mengelola interaksi perusahaan dengan pelanggan saat ini dan potensial. CRM itu kayak asisten pribadi yang inget semua detail tentang pelanggan (Buttle, 2013).

Contoh: Salesforce, HubSpot CRM, atau Zoho CRM yang nyimpen data pelanggan dan riwayat interaksi.

77. Supply Chain Management (SCM)

SCM itu pengelolaan aliran barang, jasa, dan informasi dari supplier ke konsumen. SCM itu kayak konduktor orkestra yang ngatur semua pemain di supply chain (Chopra & Meindl, 2016).

Contoh: sistem yang ngelola dari pemesanan bahan baku sampe pengiriman produk ke pelanggan.

78. Business Process

Business Process itu serangkaian aktivitas terstruktur yang dilakukan oleh orang atau sistem buat mencapai tujuan organisasi. Business Process itu kayak resep operasional yang nunjukin langkah-langkah kerja (Davenport, 1993).

Contoh: proses penerimaan karyawan baru, proses penjualan, atau proses produksi.

79. Workflow

Workflow itu alur kerja otomatis yang mengatur perpindahan dokumen atau tugas antar orang atau sistem. Workflow itu kayak conveyor belt yang ngatur alur kerja secara otomatis (Georgakopoulos et al., 1995).

Contoh: workflow approval dokumen yang otomatis ngirim dokumen dari satu atasan ke atasan berikutnya.

80. Dashboard

Dashboard itu tampilan visual yang menyajikan informasi penting dalam satu layar. Dashboard itu kayak panel instrumen di mobil yang nunjukin semua informasi penting (Few, 2006).

Contoh: dashboard penjualan yang nunjukin grafik penjualan, jumlah pelanggan, dan performa produk.

81. KPI (Key Performance Indicator)

KPI itu metrik yang digunakan buat mengukur keberhasilan dalam mencapai tujuan. KPI itu kayak penanda jalan yang nunjukin apakah kita sudah sampai di tujuan atau belum (Parmenter, 2015).

Contoh: KPI penjualan seperti revenue growth, customer acquisition cost, atau customer lifetime value.

82. SLA (Service Level Agreement)

SLA itu kesepakatan formal antara penyedia layanan dan pelanggan tentang tingkat layanan yang diharapkan. SLA itu kayak kontrak yang jelasin standar layanan yang akan diberikan (Germain & Drolet, 2008).

Contoh: SLA uptime 99.9% buat layanan cloud atau SLA response time 2 jam buat support.

83. Data Integrity

Data Integrity itu keakuratan, konsistensi, dan keandalan data selama siklus hidupnya. Data Integrity itu kayak jaminan bahwa data yang disimpan itu valid dan nggak berubah tanpa izin (Date, 2003).

Contoh: menggunakan constraint di database buat ensure data integrity atau checksum buat verifikasi file.

84. Data Redundancy

Data Redundancy itu duplikasi data yang tidak perlu dalam database atau sistem. Data Redundancy itu kayak pemborosan tempat karena menyimpan data yang sama di beberapa tempat (Connolly & Begg, 2015).

Contoh: menyimpan data customer di beberapa tabel tanpa ada hubungan yang jelas.

85. Benchmarking

Benchmarking itu proses membandingkan performa, proses, atau produk dengan standar industri atau kompetitor. Benchmarking itu kayak mengecek posisi kita di antara kompetitor (Camp, 1989).

Contoh: membandingkan waktu loading website kita dengan website kompetitor.

86. Network Topology

Network Topology itu tata letak atau susunan elemen-elemen dalam jaringan komputer. Network Topology itu kayak denah jaringan yang nunjukin gimana komputer-komputer terhubung (Forouzan, 2013).

Contoh: topologi star, bus, ring, atau mesh yang dipake dalam jaringan lokal.

87. LAN

LAN (Local Area Network) itu jaringan komputer yang mencakup area geografis terbatas seperti kantor atau sekolah. LAN itu kayak komunitas kecil di mana semua anggota bisa saling terhubung (Stallings, 2017).

Contoh: jaringan komputer di kantor yang menghubungkan semua PC dan printer.

88. WAN

WAN (Wide Area Network) itu jaringan komputer yang mencakup area geografis luas seperti antar kota atau negara. WAN itu kayak jalan raya yang menghubungkan kota-kota yang jauh (Tanenbaum & Wetherall, 2011).

Contoh: jaringan internet atau jaringan perusahaan yang menghubungkan cabang di berbagai kota.

89. Router

Router itu perangkat jaringan yang meneruskan paket data antar jaringan. Router itu kayak petunjuk jalan yang nunjukin arah yang harus diambil oleh paket data (Kurose & Ross, 2017).

Contoh: router di rumah yang menghubungkan komputer dengan internet atau router di kantor yang menghubungkan berbagai jaringan.

90. Switch

Switch itu perangkat jaringan yang menghubungkan perangkat dalam satu jaringan dan memfilter paket data. Switch itu kayak polisi lalu lintas di dalam kota yang ngatur arus kendaraan (Forouzan, 2013).

Contoh: switch di kantor yang menghubungkan semua komputer dalam satu LAN.

91. Bandwidth

Bandwidth itu kapasitas maksimum transmisi data melalui jaringan komunikasi dalam waktu tertentu. Bandwidth itu kayak lebar jalan yang menentukan berapa banyak kendaraan bisa lewat (Stallings, 2017).

Contoh: bandwidth internet 100 Mbps berarti bisa transfer data sampai 100 megabit per detik.

92. Latency

Latency itu waktu yang dibutuhkan data buat berjalan dari sumber ke tujuan. Latency itu kayak waktu tempuh dari titik A ke titik B (Kurose & Ross, 2017).

Contoh: latency 50ms berarti butuh 50 milidetik buat data sampe ke tujuan.

93. Hosting

Hosting itu layanan yang menyediakan sumber daya server buat menyimpan dan membuat website bisa diakses online. Hosting itu kayak menyewa tempat di internet buat website kita (Friedl, 2006).

Contoh: shared hosting, VPS hosting, atau dedicated hosting buat website.

94. Domain

Domain itu alamat unik yang digunakan buat mengidentifikasi website di internet. Domain itu kayak alamat rumah di dunia digital (Liu, 2007).

Contoh: google.com, facebook.com, atau instagram.com.

95. DNS

DNS (Domain Name System) itu sistem yang menerjemahkan domain name ke alamat IP. DNS itu kayak buku telepon internet yang ngubah nama jadi nomor (Albitz & Liu, 2001).

Contoh: saat kamu ketik google.com, DNS yang ngubahnya jadi alamat IP 142.250.185.78.

96. SSL Certificate

SSL Certificate itu sertifikat digital yang mengenkripsi koneksi antara browser dan web server. SSL Certificate itu kayak tanda pengenal yang buktiin bahwa website itu aman (Rescorla, 2000).

Contoh: gembok hijau di browser yang nunjukin website pakai SSL certificate.

97. Load Balancer

Load Balancer itu perangkat atau software yang mendistribusikan lalu lintas jaringan ke beberapa server. Load Balancer itu kayak manajer antrian yang ngatur pembagian kerja (Schlossnagle, 2012).

Contoh: load balancer di website e-commerce yang mendistribusikan pengunjung ke beberapa server.

98. Scalability

Scalability itu kemampuan sistem buat menangani peningkatan beban kerja dengan menambah sumber daya. Scalability itu kayak elastisitas sistem yang bisa mekar sesuai kebutuhan (Bondi, 2014).

Contoh: sistem yang bisa handle dari 100 pengguna jadi 100.000 pengguna tanpa masalah.

99. High Availability

High Availability itu karakteristik sistem yang dirancang buat operasi terus-menerus dengan waktu henti minimal. High Availability itu kayak mesin yang jarang rusak dan selalu siap pakai (Marcus & Stern, 2003).

Contoh: sistem banking yang harus online 24/7 dengan uptime 99.99%.

100. Digital Transformation

Digital Transformation itu integrasi teknologi digital ke semua area bisnis yang mengubah cara operasi dan deliver value. Digital Transformation itu kayak evolusi besar yang mengubah cara kerja tradisional jadi digital (Westerman et al., 2014).

Contoh: perusahaan yang mengubah proses kertas jadi digital atau mengimplementasi AI di proses bisnis.

Daftar Pustaka

Albitz, P., & Liu, C. (2001). DNS and BIND. O'Reilly Media.

Anderson, R. (2020). Security Engineering: A Guide to Building Dependable Distributed Systems. Wiley.

Atzori, L., Iera, A., & Morabito, G. (2010). The Internet of Things: A survey. Computer Networks, 54(15), 2787-2805.

Beaulieu, A. (2009). Learning SQL. O'Reilly Media.

Boettiger, C. (2015). An introduction to Docker for reproducible research. ACM SIGOPS Operating Systems Review, 49(1), 71-79.

Booch, G., Rumbaugh, J., & Jacobson, I. (2005). The Unified Modeling Language User Guide. Addison-Wesley Professional.

Bondi, A. (2014). Principles of Scalable Database Design. Springer.

Brown, D. (2010). Communicating Design: Developing Web Site Documentation for Design and Planning. New Riders.

Burns, B., Grant, B., & Oppenheimer, D. (2019). Designing Distributed Systems. O'Reilly Media.

Buttle, F. (2013). Customer Relationship Management: Concepts and Technologies. Routledge.

Camp, R. (1989). Benchmarking: The Search for Industry Best Practices that Lead to Superior Performance. ASQ Quality Press.

Chacon, S., & Straub, B. (2014). Pro Git. Apress.

Chen, P. (1976). The entity-relationship model. ACM Transactions on Database Systems, 1(1), 9-36.

Cheswick, W., & Bellovin, S. (1994). Firewalls and Internet Security: Repelling the Wily Hacker. Addison-Wesley Professional.

Chopra, S., & Meindl, P. (2016). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation. Pearson.

Clarke, R. (2002). Virtual Private Networks: Technologies and Solutions. Addison-Wesley Professional.

Comer, D. (2013). Computer Networks and Internets. Pearson.

Connolly, T., & Begg, C. (2015). Database Systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Pearson.

Cormen, T., Leiserson, C., Rivest, R., & Stein, C. (2009). Introduction to Algorithms. MIT Press.

Crockford, D. (2006). The application/json Media Type for JavaScript Object Notation (JSON). RFC 4627.

Cusumano, M. (2010). Technology Strategy and Management: The Cloud Computing Ecosystem. Communications of the ACM, 53(5), 24-25.

Date, C. (2003). An Introduction to Database Systems. Addison-Wesley Professional.

Davenport, T. (1993). Process Innovation: Reengineering Work Through Information Technology. Harvard Business School Press.

DeMarco, T. (1979). Structured Analysis and System Specification. Prentice Hall.

Duckett, J. (2014). HTML and CSS: Design and Build Websites. Wiley.

Erl, T. (2005). Service-Oriented Architecture: Concepts, Technology, and Design. Prentice Hall.

Elmasri, R., & Navathe, S. (2017). Fundamentals of Database Systems. Pearson.

Ferguson, N., Schneier, B., & Kohno, T. (2010). Cryptography Engineering: Design Principles and Practical Applications. Wiley.

Few, S. (2006). Information Dashboard Design: The Effective Visual Communication of Data. O'Reilly Media.

Fielding, R., Gettys, J., Mogul, J., Frystyk, H., Masinter, L., Leach, P., & Berners-Lee, T. (1999). Hypertext Transfer Protocol -- HTTP/1.1. RFC 2616.

Forouzan, B. (2013). Data Communications and Networking. McGraw-Hill.

Fowler, M., & Highsmith, J. (2001). The Agile Manifesto. Software Development, 9(12), 28-35.

Friedl, S. (2006). The Book of IMAP. No Starch Press.

Gartner. (2023). Top Strategic Technology Trends. Gartner Research.

Garrett, J. (2010). The Elements of User Experience: User-Centered Design for the Web and Beyond. New Riders.

Georgakopoulos, D., Hornick, M., & Sheth, A. (1995). An overview of workflow management: From process modeling to workflow automation infrastructure. Distributed and Parallel Databases, 3(2), 119-153.

Germain, R., & Drolet, J. (2008). Service Level Agreements: The Key to IT Service Management. Van Haren Publishing.

Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press.

Hall, J. (2015). Computer Networking: A Top-Down Approach. Pearson.

Han, J., Kamber, M., & Pei, J. (2011). Data Mining: Concepts and Techniques. Morgan Kaufmann.

Harold, E., & Means, W. (2004). XML in a Nutshell. O'Reilly Media.

Haykin, S. (2009). Neural Networks and Learning Machines. Pearson.

Inmon, W. (2005). Building the Data Warehouse. Wiley.

Jacobson, I., Christerson, M., Jonsson, P., & Overgaard, G. (1992). Object-Oriented Software Engineering: A Use Case Driven Approach. Addison-Wesley Professional.

James, L. (2005). Phishing Exposed. Syngress Publishing.

Kimball, R., & Caserta, J. (2004). The Data Warehouse ETL Toolkit. Wiley.

Kurose, J., & Ross, K. (2017). Computer Networking: A Top-Down Approach. Pearson.

Larson, B., & Chang, V. (2016). Business Intelligence: Guide for Beginners. CreateSpace Independent Publishing Platform.

Laudon, K., & Laudon, J. (2020). Management Information Systems: Managing the Digital Firm. Pearson.

Liu, C. (2007). DNS and BIND on IPv6. O'Reilly Media.

Loeliger, J., & McCullough, M. (2012). Version Control with Git. O'Reilly Media.

Marcus, E., & Stern, H. (2003). Blueprints for High Availability. Wiley.

McAfee, A., & Brynjolfsson, E. (2012). Big Data: The Management Revolution. Harvard Business Review, 90(10), 60-68.

Mell, P., & Grance, T. (2011). The NIST Definition of Cloud Computing. NIST Special Publication.

Mitchell, T. (1997). Machine Learning. McGraw-Hill.

Monk, E., & Wagner, B. (2012). Concepts in Enterprise Resource Planning. Cengage Learning.

Newman, S. (2015). Building Microservices: Designing Fine-Grained Systems. O'Reilly Media.

Norman, D. (2013). The Design of Everyday Things. Basic Books.

O'Brien, J., & Marakas, G. (2018). Introduction to Information Systems. McGraw-Hill Education.

Paar, C., & Pelzl, J. (2010). Understanding Cryptography: A Textbook for Students and Practitioners. Springer.

Parmenter, D. (2015). Key Performance Indicators: Developing, Implementing, and Using Winning KPIs. Wiley.

Patton, R. (2005). Software Testing. Sams Publishing.

Pigoski, T. (1997). Practical Software Maintenance: Best Practices for Managing Your Software Investment. Wiley.

Preston, W. (2009). Backup and Recovery. O'Reilly Media.

Preston-Werner, T. (2018). Git Handbook. GitHub Guides.

Pressman, R. (2015). Software Engineering: A Practitioner's Approach. McGraw-Hill Education.

Pressman, R., & Maxim, B. (2020). Software Engineering: A Practitioner's Approach. McGraw-Hill Education.

Rescorla, E. (2000). SSL and TLS: Designing and Building Secure Systems. Addison-Wesley Professional.

Richards, M. (2015). Microservices vs. Service-Oriented Architecture. O'Reilly Media.

Richardson, L. (2018). RESTful Web APIs. O'Reilly Media.

Richardson, L., & Ruby, S. (2007). RESTful Web Services. O'Reilly Media.

Ristenpart, T., Tromer, E., Shacham, H., & Savage, S. (2011). Hey, you, get off of my cloud: exploring information leakage in third-party compute clouds. ACM Conference on Computer and Communications Security.

Royce, W. (1970). Managing the Development of Large Software Systems. IEEE WESCON.

Rudd, J., Stern, K., & Isensee, S. (1996). High vs. Low Fidelity Prototyping. Apple Computer, Inc.

Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence: A Modern Approach. Pearson.

Schlossnagle, T. (2012). Scalable Internet Architectures. Addison-Wesley Professional.

Schwaber, K., & Sutherland, J. (2020). The Scrum Guide. Scrum.org.

Sebesta, R. (2016). Concepts of Programming Languages. Pearson.

Silberschatz, A., Korth, H., & Sudarshan, S. (2010). Database System Concepts. McGraw-Hill.

Skoudis, E., & Zeltser, L. (2014). Malware: Fighting Malicious Code. Prentice Hall.

Smith, J., & Nair, R. (2005). Virtual Machines: Versatile Platforms for Systems and Processes. Morgan Kaufmann.

Sommerville, I. (2016). Software Engineering. Pearson.

Spinellis, D. (2005). Version Control Systems. IEEE Software, 22(5), 108-109.

Stair, R., & Reynolds, G. (2018). Fundamentals of Information Systems. Cengage Learning.

Stallings, W. (2017). Cryptography and Network Security: Principles and Practice. Pearson.

Sternberg, R. (2019). Flowcharting. CreateSpace Independent Publishing Platform.

Straub, B., & Chacon, S. (2014). Pro Git. Apress.

Tanenbaum, A., & Bos, H. (2015). Modern Operating Systems. Pearson.

Tanenbaum, A., & Wetherall, D. (2011). Computer Networks. Pearson.

Tilley, S. (2018). Software Deployment. CRC Press.

Turban, E., Volonino, L., & Wood, G. (2018). Information Technology for Management: On-Demand Strategies for Performance, Growth, and Sustainability. Wiley.

Turnbull, J. (2014). The Docker Book: Containerization is the new virtualization. James Turnbull.

Weinman, J. (2012). Cloudonomics: The Business Value of Cloud Computing. Wiley.

Westerman, G., Bonnet, D., & McAfee, A. (2014). Leading Digital: Turning Technology into Business Transformation. Harvard Business Review Press.

White, G. (2016). Data Recovery and Disaster Recovery. Digital Press.

Istilah-istilah IT Lanjutan dan Spesialisasi

Setelah bahas 100 istilah dasar dan menengah, sekarang kita masuk ke istilah-istilah IT yang lebih advanced dan spesifik. Istilah-istilah ini biasanya muncul di bidang-bidang spesialisasi seperti data science, keamanan siber, atau teknologi terkini. Buat mahasiswa Sistem Informasi yang mau jadi expert di bidang tertentu, pemahaman tentang istilah-istilah ini itu wajib banget (Ward & Peppard, 2016).

101. Data Governance

Data Governance itu kerangka kerja yang mengatur ketersediaan, usabilitas, integritas, dan keamanan data dalam suatu organisasi. Data Governance itu kayak undang-undang yang ngatur segala sesuatu tentang data di organisasi (Khatri & Brown, 2010).

Contoh: kebijakan tentang siapa aja yang boleh akses data sensitif, standar kualitas data, atau prosedur backup dan recovery.

102. Data Quality

Data Quality itu tingkat kesesuaian data dengan kebutuhan pengguna. Data Quality itu kayak standar kualitas produk, menentukan apakah data itu layak pakai atau nggak (Redman, 2016).

Contoh: data pelanggan yang lengkap, akurat, dan up-to-date itu contoh data quality yang baik.

103. Data Lake

Data Lake itu repositori penyimpanan data dalam format mentah (raw format). Data Lake itu kayak danau besar yang menampung semua jenis data dalam bentuk aslinya (Dixon, 2010).

Contoh: menyimpan data dari berbagai sumber seperti database, log files, atau social media dalam satu tempat tanpa diolah dulu.

104. Metadata

Metadata itu data tentang data. Metadata itu kayak label atau deskripsi yang menjelaskan tentang data tersebut (Borgman, 2015).

Contoh: informasi tentang pembuat file, tanggal pembuatan, ukuran file, atau format file.

105. Data Mart

Data Mart itu subset dari data warehouse yang fokus pada area bisnis tertentu. Data Mart itu kayak mini market yang khusus jual produk-produk tertentu (Inmon, 2002).

Contoh: data mart khusus buat departemen penjualan yang berisi data pelanggan dan penjualan.

106. Predictive Analytics

Predictive Analytics itu penggunaan data, algoritma statistik, dan machine learning buat prediksi kemungkinan hasil di masa depan. Predictive Analytics itu kayak bola kristal digital yang bisa meramal masa depan berdasarkan data masa lalu (Siegel, 2016).

Contoh: memprediksi churn rate pelanggan atau memprediksi penjualan bulan depan.

107. Descriptive Analytics

Descriptive Analytics itu analisis data yang menjelaskan apa yang sudah terjadi. Descriptive Analytics itu kayak cerita tentang masa lalu berdasarkan data (Sharda et al., 2018).

Contoh: laporan penjualan bulan lalu atau dashboard yang nunjukin performa website minggu kemarin.

108. Prescriptive Analytics

Prescriptive Analytics itu analisis yang ngasih rekomendasi tentang tindakan yang harus diambil. Prescriptive Analytics itu kayak konsultan digital yang ngasih saran berdasarkan data (Lustig et al., 2010).

Contoh: sistem yang ngasih rekomendasi harga produk optimal atau rekomendasi investasi.

109. KPI Dashboard

KPI Dashboard itu tampilan visual yang menyajikan KPI-kunci dalam satu tempat. KPI Dashboard itu kayak panel instrumen pesawat yang nunjukin semua metrik penting (Eckerson, 2010).

Contoh: dashboard CEO yang nunjukin revenue, profit, customer satisfaction, dan market share.

110. Business Process Reengineering

Business Process Reengineering itu perancangan ulang proses bisnis buat peningkatan drastis dalam performa. Business Process Reengineering itu kayak renovasi total bukan cuma cat ulang (Hammer & Champy, 2003).

Contoh: mengubah proses approval yang butuh 5 hari jadi proses otomatis yang selesai dalam 5 menit.

111. IT Governance

IT Governance itu kerangka kerja yang memastikan investasi IT mendukung tujuan bisnis. IT Governance itu kayak dewan direksi untuk urusan IT (Weill & Ross, 2004).

Contoh: kebijakan tentang penggunaan teknologi, manajemen proyek IT, atau pengukuran performa IT.

112. IT Audit

IT Audit itu proses evaluasi dan pengendalian sistem informasi. IT Audit itu kayak pemeriksaan kesehatan buat sistem IT (Ronald, 2011).

Contoh: audit keamanan jaringan, audit compliance terhadap regulasi, atau audit performa sistem.

113. IT Infrastructure

IT Infrastructure itu komponen-komponen fisik dan virtual yang mendukung sistem informasi. IT Infrastructure itu kayak fondasi dan struktur bangunan digital (Marston et al., 2011).

Contoh: server, jaringan, storage, software, dan data center.

114. IT Policy

IT Policy itu kebijakan formal yang mengatur penggunaan sumber daya IT. IT Policy itu kayak aturan main di dunia digital (Doherty, 2015).

Contoh: kebijakan password, kebijakan penggunaan internet, atau kebijakan bring your own device (BYOD).

115. IT Risk Management

IT Risk Management itu proses mengidentifikasi, menilai, dan mengurangi risiko terkait IT. IT Risk Management itu kayak asuransi buat aset digital (Stoneburner et al., 2002).

Contoh: mengidentifikasi risiko keamanan, menilai dampaknya, dan buat rencana mitigasi.

116. Digital Literacy

Digital Literacy itu kemampuan menggunakan teknologi digital secara efektif. Digital Literacy itu kayak kemampuan baca tulis di era digital (Eshet-Alkalai, 2004).

Contoh: kemampuan menggunakan software, internet, atau alat-alat digital lainnya.

117. Smart System

Smart System itu sistem yang bisa beradaptasi dan belajar dari lingkungannya. Smart System itu kayak sistem yang punya otak dan bisa mikir sendiri (Al-Fuqaha et al., 2015).

Contoh: smart home yang otomatis ngatur suhu dan pencahayaan berdasarkan kebiasaan pengguna.

118. Smart City

Smart City itu kota yang menggunakan teknologi buat meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi layanan. Smart City itu kayak kota masa depan yang semuanya terhubung dan cerdas (Zanella et al., 2014).

Contoh: sistem traffic light yang adaptif, smart parking, atau sistem pengelolaan sampah yang otomatis.

119. Mobile Computing

Mobile Computing itu teknologi yang memungkinkan transmisi data tanpa koneksi tetap. Mobile Computing itu kayak komputer yang bisa dibawa kemana-mana (Satyanarayanan, 2001).

Contoh: smartphone, tablet, atau laptop yang bisa akses internet dari mana saja.

120. Edge Computing

Edge Computing itu pemrosesan data di dekat sumber data, bukan di data center jauh. Edge Computing itu kayak dapur kecil di dekat meja makan daripada dapur besar di basement (Shi et al., 2016).

Contoh: memproses data dari IoT device langsung di device tersebut, bukan dikirim ke cloud.

121. Data Center

Data Center itu fasilitas fisik yang menyimpan komputer, server, dan perangkat jaringan. Data Center itu kayak jantungnya operasional digital (Miller, 2019).

Contoh: data center Google, Amazon, atau Facebook yang menyimpan ribuan server.

122. Colocation

Colocation itu layanan di mana perusahaan bisa menyimpan servernya di fasilitas milik provider. Colocation itu kayak menyewa tempat di hotel bintang lima buat server kita (Bauer et al., 2012).

Contoh: startup menyimpan server-nya di colocation facility yang punya pendingin dan keamanan bagus.

123. Dedicated Server

Dedicated Server itu server fisik yang disewakan khusus buat satu klien. Dedicated Server itu kayak rumah pribadi yang nggak ada tetangga (Vouk, 2008).

Contoh: website besar yang butuh performa optimal pakai dedicated server.

124. VPS (Virtual Private Server)

VPS itu server virtual yang berjalan di server fisik. VPS itu kayak apartemen di gedung yang sama tapi punya ruang sendiri (Barham et al., 2003).

Contoh: developer yang butuh environment khusus buat testing aplikasi.

125. Load Testing

Load Testing itu pengujian performa sistem di bawah beban normal dan puncak. Load Testing itu kayak tes stres buat aplikasi (Pressman, 2015).

Contoh: mengetes apakah website bisa handle 1000 pengunjung simultan.

126. Penetration Testing

Penetration Testing itu simulasi serangan buat ngetes keamanan sistem. Penetration Testing itu kayak hacker etis yang nyoba ngebobol sistem kita (McDowell, 2019).

Contoh: menyewa jasa security expert buat nyoba cari celah keamanan di website.

127. Vulnerability Assessment

Vulnerability Assessment itu proses mengidentifikasi kelemahan keamanan dalam sistem. Vulnerability Assessment itu kayak pemeriksaan kesehatan keamanan (Mell et al., 2007).

Contoh: scanning network buat cari port yang terbuka atau software yang perlu di-update.

128. Incident Response

Incident Response itu rencana tindakan saat terjadi insiden keamanan. Incident Response itu kayak rencana evakuasi saat terjadi kebakaran (Cichonski et al., 2012).

Contoh: prosedur saat terjadi data breach atau serangan DDoS.

129. Disaster Recovery

Disaster Recovery itu rencana pemulihan sistem setelah bencana. Disaster Recovery itu kayak rencana cadangan saat terjadi bencana alam (Wallace & Webber, 2017).

Contoh: rencana pemulihan data center setelah gempa atau banjir.

130. Business Continuity Plan

Business Continuity Plan itu rencana buat memastikan operasi bisnis tetap jalan saat terjadi gangguan. Business Continuity Plan itu kayak rencana cadangan buat semua aspek bisnis (Hiles, 2007).

Contoh: rencana kerja remote saat kantor nggak bisa diakses atau rencana backup supplier.

131. Blockchain

Blockchain itu teknologi distributed ledger yang mencatat transaksi secara permanen dan aman. Blockchain itu kayak buku catatan yang tersebar di banyak komputer dan nggak bisa diubah (Nakamoto, 2008).

Contoh: Bitcoin, Ethereum, atau aplikasi blockchain di supply chain management.

132. Smart Contract

Smart Contract itu program yang otomatis eksekusi ketika kondisi terpenuhi. Smart Contract itu kayak mesin penjual otomatis yang langsung kasih barang setelah bayar (Szabo, 1997).

Contoh: kontrak yang otomatis transfer pembayaran setelah barang diterima.

133. Cryptocurrency

Cryptocurrency itu mata uang digital yang menggunakan kriptografi buat keamanan. Cryptocurrency itu kayak uang digital yang nggak ada fisiknya (Antonopoulos, 2017).

Contoh: Bitcoin, Ethereum, atau Ripple yang dipake buat transaksi online.

134. NFT (Non-Fungible Token)

NFT itu aset digital unik yang menggunakan blockchain. NFT itu kayak sertifikat kepemilikan digital yang nggak bisa dipalsukan (Casey & Vigna, 2018).

Contoh: digital art, collectible, atau item in-game yang dijual sebagai NFT.

135. Distributed Ledger Technology

Distributed Ledger Technology itu teknologi database yang tersebar di banyak node. Distributed Ledger Technology itu kayak buku catatan yang disalin ke banyak orang (Tapscott & Tapscott, 2016).

Contoh: blockchain, hashgraph, atau distributed database.

136. Virtual Reality (VR)

VR itu teknologi yang menciptakan lingkungan simulasi imersif. VR itu kayak masuk ke dunia lain yang sepenuhnya digital (Sherman & Craig, 2018).

Contoh: game VR, training simulasi, atau virtual tour.

137. Augmented Reality (AR)

AR itu teknologi yang menambahkan elemen digital ke dunia nyata. AR itu kayak memberikan kacamata khusus yang bisa lihat dunia nyata plus tambahan digital (Azuma, 1997).

Contoh: Pokemon Go, filter Instagram, atau AR buat navigasi.

138. Mixed Reality (MR)

Mixed Reality itu gabungan antara VR dan AR di mana objek digital bisa berinteraksi dengan dunia nyata. Mixed Reality itu kayak dunia di mana batas antara nyata dan digital jadi kabur (Milgram & Kishino, 1994).

Contoh: Microsoft HoloLens yang menampilkan objek 3D di ruang nyata.

139. Human-Computer Interaction

Human-Computer Interaction (HCI) itu studi tentang interaksi antara manusia dan komputer. HCI itu kayak ilmu tentang bagaimana manusia berkomunikasi dengan mesin (Norman, 2013).

Contoh: desain interface yang user-friendly atau studi tentang user behavior.

140. Cognitive Computing

Cognitive Computing itu sistem yang bisa berpikir dan belajar seperti manusia. Cognitive Computing itu kayak komputer yang punya otak buatan (Kelly & Hamm, 2013).

Contoh: IBM Watson yang bisa menjawab pertanyaan kompleks atau sistem diagnosis medis.

141. RPA (Robotic Process Automation)

RPA itu teknologi yang mengotomatisasi tugas repetitif. RPA itu kayak robot digital yang nggak capek kerja 24/7 (Lacity & Willcocks, 2016).

Contoh: otomatisasi data entry, invoice processing, atau customer service chatbot.

142. Chatbot

Chatbot itu program AI yang bisa ngobrol dengan manusia. Chatbot itu kayak asisten virtual yang siap melayani 24 jam (Shawar & Atwell, 2007).

Contoh: chatbot customer service di website atau chatbot di messaging apps.

143. Natural Language Processing

Natural Language Processing itu cabang AI yang fokus pada interaksi antara komputer dan bahasa manusia. Natural Language Processing itu kayak penerjemah antara bahasa manusia dan mesin (Jurafsky & Martin, 2021).

Contoh: Google Translate, sentiment analysis, atau speech recognition.

144. Sentiment Analysis

Sentiment Analysis itu proses menentukan sentimen (positif, negatif, netral) dari teks. Sentiment Analysis itu kayak membaca perasaan dari tulisan (Pang & Lee, 2008).

Contoh: menganalisis review produk buat ngerti apakah pelanggan puas atau nggak.

145. Recommender System

Recommender System itu sistem yang memberikan rekomendasi berdasarkan preferensi user. Recommender System itu kayak teman yang selalu ngasih saran yang cocok (Ricci et al., 2011).

Contoh: rekomendasi film di Netflix, rekomendasi produk di Amazon, atau rekomendasi musik di Spotify.

146. Digital Marketing

Digital Marketing itu pemasaran menggunakan saluran digital. Digital Marketing itu kayak pemasaran modern yang nggak pakai brosur fisik (Chaffey & Ellis-Chadwick, 2019).

Contoh: social media marketing, email marketing, atau SEO.

147. SEO (Search Engine Optimization)

SEO itu proses mengoptimalkan website biar rankingnya bagus di mesin pencari. SEO itu kayak seni membuat website disukai Google (Enge et al., 2015).

Contoh: optimasi keyword, backlink building, atau technical SEO.

148. SEM (Search Engine Marketing)

SEM itu pemasaran melalui mesin pencari, baik organik maupun berbayar. SEM itu kayak ngiklan di Google dengan strategi (Moran & Hunt, 2009).

Contoh: Google Ads atau Bing Ads yang muncul di hasil pencarian.

149. Social Media Analytics

Social Media Analytics itu analisis data dari media sosial buat dapat insight. Social Media Analytics itu kayak mata-mata di dunia sosial (Stieglitz et al., 2014).

Contoh: menganalisis trending topics, engagement rate, atau brand sentiment.

150. E-Commerce System

E-Commerce System itu sistem yang memungkinkan transaksi jual beli online. E-Commerce System itu kayak toko yang buka 24 jam di internet (Laudon & Traver, 2018).

Contoh: Tokopedia, Bukalapak, atau Amazon yang jualan produk secara online.

Daftar Pustaka Tambahan

Al-Fuqaha, A., Guizani, M., Mohammadi, M., Aledhari, M., & Ayyash, M. (2015). Internet of things: A survey on enabling technologies, protocols, and applications. IEEE Communications Surveys & Tutorials, 17(4), 2347-2376.

Antonopoulos, A. (2017). Mastering Bitcoin: Programming the Open Blockchain. O'Reilly Media.

Azuma, R. (1997). A survey of augmented reality. Presence: Teleoperators and Virtual Environments, 6(4), 355-385.

Barham, P., Dragovic, B., Fraser, K., Hand, S., Harris, T., Ho, A., ... & Warfield, A. (2003). Xen and the art of virtualization. ACM SIGOPS Operating Systems Review, 37(5), 164-177.

Bauer, E., Adams, R., & Eustace, A. (2012). Beyond Redundancy: How Geographic Redundancy Can Improve Service Availability and Reliability of Computer-Based Systems. Wiley-IEEE Computer Society Press.

Borgman, C. (2015). Big Data, Little Data, No Data: Scholarship in the Networked World. MIT Press.

Casey, M., & Vigna, P. (2018). The Age of Cryptocurrency: How Bitcoin and Digital Money Are Challenging the Global Economic Order. St. Martin's Press.

Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital Marketing. Pearson.

Cichonski, P., Millar, T., Grance, T., & Scarfone, K. (2012). Computer Security Incident Handling Guide. NIST Special Publication.

Dixon, J. (2010). Pentaho, Hadoop, and Data Lakes. TDWI Best Practices Report.

Doherty, J. (2015). IT Policy Framework for Compliance. IT Governance Publishing.

Eckerson, W. (2010). Performance Dashboards: Measuring, Monitoring, and Managing Your Business. Wiley.

Enge, E., Spencer, S., Fishkin, R., & Stricchiola, J. (2015). The Art of SEO. O'Reilly Media.

Eshet-Alkalai, Y. (2004). Digital literacy: A conceptual framework for survival skills in the digital era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93-106.

Hammer, M., & Champy, J. (2003). Reengineering the Corporation: A Manifesto for Business Revolution. HarperBusiness.

Hiles, A. (2007). Business Continuity Management: Best Practices. Rothstein Associates.

Inmon, W. (2002). Building the Data Warehouse. Wiley.

Jurafsky, D., & Martin, J. (2021). Speech and Language Processing. Pearson.

Kelly, J., & Hamm, S. (2013). Smart Machines: IBM's Watson and the Era of Cognitive Computing. Columbia Business School Publishing.

Khatri, V., & Brown, C. (2010). Designing data governance. Communications of the ACM, 53(1), 148-152.

Lacity, M., & Willcocks, L. (2016). Robotic Process Automation: The Next Transformation Lever for Shared Services. London School of Economics Outsourcing Unit.

Laudon, K., & Traver, C. (2018). E-Commerce: Business, Technology, Society. Pearson.

Lustig, I., Dietrich, B., Johnson, C., & Dziekan, C. (2010). The analytics journey. Analytics Magazine, (November/December), 11-13.

Marston, S., Li, Z., Bandyopadhyay, S., Zhang, J., & Ghalsasi, A. (2011). Cloud computing: The business perspective. Decision Support Systems, 51(1), 176-189.

McDowell, M. (2019). Penetration Testing. No Starch Press.

Mell, P., Scarfone, K., & Romanosky, S. (2007). A Complete Guide to the Common Vulnerability Scoring System (CVSS). NIST Special Publication.

Milgram, P., & Kishino, F. (1994). A taxonomy of mixed reality visual displays. IEICE Transactions on Information and Systems, 77(12), 1321-1329.

Miller, S. (2019). Data Center Handbook. Wiley.

Moran, M., & Hunt, B. (2009). Search Engine Marketing, Inc. IBM Press.

Nakamoto, S. (2008). Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.

Norman, D. (2013). The Design of Everyday Things: Revised and Expanded Edition. Basic Books.

Pang, B., & Lee, L. (2008). Opinion mining and sentiment analysis. Foundations and Trends® in Information Retrieval, 2(1-2), 1-135.

Redman, T. (2016). Data Driven: Profiting from Your Most Important Business Asset. Harvard Business Review Press.

Ricci, F., Rokach, L., & Shapira, B. (2011). Introduction to Recommender Systems Handbook. Springer.

Ronald, V. (2011). IT Auditing: An Adaptive Process. CRC Press.

Satyanarayanan, M. (2001). Pervasive computing: Vision and challenges. IEEE Personal Communications, 8(4), 10-17.

Sharda, R., Delen, D., & Turban, E. (2018). Analytics, Data Science, & Artificial Intelligence: Systems for Decision Support. Pearson.

Shawar, B., & Atwell, E. (2007). Chatbots: Are they really useful? LDV Forum, 22(1), 29-49.

Sherman, W., & Craig, A. (2018). Understanding Virtual Reality: Interface, Application, and Design. Morgan Kaufmann.

Shi, W., Cao, J., Zhang, Q., Li, Y., & Xu, L. (2016). Edge computing: Vision and challenges. IEEE Internet of Things Journal, 3(5), 637-646.

Siegel, E. (2016). Predictive Analytics: The Power to Predict Who Will Click, Buy, Lie, or Die. Wiley.

Stieglitz, S., Dang-Xuan, L., Bruns, A., & Neuberger, C. (2014). Social media analytics. Business & Information Systems Engineering, 6(2), 89-96.

Stoneburner, G., Goguen, A., & Feringa, A. (2002). Risk Management Guide for Information Technology Systems. NIST Special Publication.

Szabo, N. (1997). Formalizing and securing relationships on public networks. First Monday, 2(9).

Tapscott, D., & Tapscott, A. (2016). Blockchain Revolution: How the Technology Behind Bitcoin Is Changing Money, Business, and the World. Portfolio.

Wallace, M., & Webber, L. (2017). The Disaster Recovery Handbook: A Step-by-Step Plan to Ensure Business Continuity. AMACOM.

Ward, J., & Peppard, J. (2016). The Strategic Management of Information Systems: Building a Digital Strategy. Wiley.

Weill, P., & Ross, J. (2004). IT Governance: How Top Performers Manage IT Decision Rights for Superior Results. Harvard Business School Press.

Vouk, M. (2008). Cloud computing: Issues, research and implementations. Journal of Computing and Information Technology, 16(4), 235-246.

Zanella, A., Bui, N., Castellani, A., Vangelista, L., & Zorzi, M. (2014). Internet of things for smart cities. IEEE Internet of Things Journal, 1(1), 22-32.